10 Manfaat Terbebas dari Media Sosial yang Toxic

Diposting pada

 

id.pinterest.com

Well, di era digital saat ini masih adakah yang tidak memiliki akun media sosial? Kebanyakan orang pasti memiliki setidaknya satu akun media sosial, bisa Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, E-mail, Line, Pinterest, dan sebagainya. Media sosial sudah seperti candu yang mengendalikan pikiran bahkan pekerjaan manusia. Orang-orang lebih senang berinteraksi lewat media sosial ketimbang berinteraksi secara langsung, bahkan ironisnya ketika saling bertemupun orang-orang malah lebih asik dengan ponsel masing-masing dan sibuk dengan media sosialnya. Memantau media sosial sekedar melihat jumlah like, komentar, follower, atau postingan orang lain sepertinya lebih menarik daripada apapun yang ada di sekitar kita.

Diantara kita pasti ada yang ketika bangun tidur di pagi hari, hal yang pertama kali dilakukan adalah mengecek notifikasi media sosial atau sekedar melihat instra story. Awalnya niat anda hanya untuk melihat notifikasi di Whatsapp, tapi setelah membalas chat anda terdistraksi untuk membuka Instagram lalu mulai me-like salah satu postingan teman, lalu melihat postingan lain yang lebih menarik. Lalu tidak sengaja anda melihat postingan salah satu akun lambe dan anda penasaran untuk membaca komentar-komentar para netizen maha benar. Mungkin anda merasa senang ketika ada komentar pedas netizen yang mewakili perasaan anda di kolom komentar tersebut. Sudah mulai bosan dengan Instagram, anda mulai lagi membuka Facebook. Ternyata disana ada orang yang sedang live berjualan tas-tas cantik yang murah. Anda menontonnya beberapa lama sehingga anda mulai tertarik untuk memiliki salah satu tas itu namun anda tidak memiliki cukup uang untuk itu dan membuat anda uring-uringan. Anda mulai tidak tertarik untuk melanjutkan menontonnya, sehingga anda beralih ke Twitter. Di sana anda melihat cuitan salah satu selebtwit tentang postingan yang sedang viral di Instagram. Tweet tersebut ramai dengan komentar-komentar warga twitter yang lucu-lucu. Kemudian anda menjadi penasaran dengan postingan IG dimaksud sehingga anda kembali membuka IG untuk melihatnya.

Begitulah anda menghabiskan hari-hari anda untuk membuka medsos, beralih dari satu medsos ke medsos lain. Media sosial sudah seperti lingkaran candu yang terhubung satu sama lain untuk membuat kita tidak bisa lepas darinya. Waktu-waktu produktif yang seharusnya dapat kita manfaatkan untuk melakukan banyak hal berlalu begitu saja tanpa terasa hanya untuk membuka dan menutup media sosial. Memang media sosial yang menjadi toxic tidak berlaku untuk semua orang. Masih ada orang-orang yang mampu mengendalikan diri dalam penggunaan medsos bahkan memanfaatkan media sosial dalam meningkatkan pekerjaan.

Bagi saya sendiri ada beberapa media sosial yang menurut saya sudah menjadi toxic bagi saya sendiri, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Saya bisa menghabiskan waktu selama 3 jam nonstop hanya berkutat di akun media sosial tersebut. Waktu saya menjadi sangat tidak produktif. Sebenarnya saya sendiri sudah cukup lama menyadari ini. Namun belum ada niatan untuk memperbaikinya dan tidak terpikir bagaimana cara untuk mengurangi keinginan untuk ber-medsos. Sampai suatu ketika saya menonton video yang cukup memotivasi saya saat saya selesai menontonnya ( https://youtu.be/7Ne33nh-CN4 ). Setelah menonton video itu seketika saya langsung menonaktifkan semua akun media sosial saya, Facebook, Intagram, dan Twitter.Langkah yang cukup besar menurut saya.

Setelah cukup lama saya menonaktifkan media sosial, berikut beberapa hal yang saya rasakan.

  1. Jiwa dan pikiran yang lebih sehat karena terbebas dari segala postingan pamer, julid, dan pemberitaan di medsos

“Hidup sehat tanpa memikirkan hiruk pikuk media sosial membuat kita fokus pada ketenangan diri sendiri”

2. Lebih banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dikerjakan

“Daripada sibuk ngomentarin postingan orang lain di media sosial mending sibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat, bercocok tanam misalnya”

3. Waktu untuk diri sendiri lebih berkualitas

“Singkirkan ponselmu sejenak, manjakan dirimu. You deserve it!

4. Pekerjaan-pekerjaan yang tertunda sebelumnya bisa diselesaikan

“Bermain Instagram seharian tidak akan menyelesaikan pekerjaanmu.”

5. Keinginan untuk pamer lewat postingan di medsos jadi lebih bisa diredam

“Kapan terakhir kali kita nongkrong bersama teman-teman tanpa posting di media sosial?”

6. Explore hal-hal bermanfaat dan mengedukasi di internet

“Explore dunia internet sebanyak-banyaknya dan temukan passionmu disana”

7. Praktekin resep-resep makanan yang selama ini cuman diliatin di Youtube

“Resep-resep makanan di Youtube sekarang ada di dapurmu. Menyenangkan, bukan?”

8. Lebih banyak waktu untuk ngobrol sama keluarga

“Media sosial mengalihkanmu dari orang-orang terdekat? Sekarang saatnya jalin silaturahmi.”

9. Berkreasi dengan barang bekas tak terpakai

“Pernahkan kamu terpikir bahwa botol minuman yang hampir saja kau buang bisa berubah menjadi kursi cantik ini?”

10. Kuota internet lebih hemat

“Saya sangat kesal apabila kuota internet sudah habis di pertengahan bulan. Anda juga kan?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *